Mudah mencari data yang duplicate dengan SQL

Membuat validasi adalah penting untuk memastikan data yang disimpan sesuai harapan. Ada yang melakukan validasi dari sisi aplikasi sebelum akhirnya dimasukan ke database. Atau, ada juga yang dilakukan dari sisi database, yaitu dengan memdefinisikannya langsung saat membuat tabel. Umpanya, kita akan membuat tabel employee dengan definisi sebagai berikut:

  1. ID harus unique.
  2. Nama tidak boleh kosong
  3. dan lain sebagainya.

Namun, kadang-kadang kita lupa untuk melakukan hal itu sehingga banyak data-data yang tidak diharapkan masuk, umpanya terjadi banyak duplikasi. Akibatnya, aplikasi akan error atau menghasilkan informasi yang tidak sesuai.

Salah satu untuk mengetahui data yang duplicate adalah dengan menampilkan semua data lalu membandingkannya satu persatu. Contoh, kita tampilkan semua data employee dengan mengetikan perintah berikut:


SELECT * FROM employee

Lalu kita perhatikan isi tabel tersebut kemudian bandingkan satu-persatu. Jika kita punya data employee yang jumlah 20, mungkin cara seperti itu cukup. Tapi, jika jumlah data lebih dari 100 atau 1000 tentu cara seperti itu tidak efektif. Selain banyak memakan waktu, peluang salah hitung kemungkinan besar.

Cara lain adalah dengan menggunakan SQL seperti ini:


SELECT employee_id, COUNT(employee_id) AS count
FROM hr_employee
GROUP BY employee_id
HAVING COUNT(employee_id) > 1;

Query tersebut akan menghasilkan informasi seperti ini:

employee_id count
2362 2
2361 2
2399 2
2360 2

SQL diatas dapat kita gunakan untuk membantu memperbaiki data-data yang duplicate. Kenapa ? bukankah SQL di atas hanya menampilkan data yang duplicate ? betul, SQL tersebut sama sekali tidak melakukan update data. Tetapi, bukankah sebelum melakukan update data terlebih dahulu kita harus tahu data yang diakan di-update ?

Iklan

Bosan harus mengingat, mengetikan username dan password berkali-kali? Anda harus coba plugin yang satu ini

LastPass remembers your passwords so that you can focus on the more important things in life.Saat ini, orang-orang yang sering menggunakan internet minimalnya mempunyai 2 atau 3 akun password. Akun email, sosial media dan blog. Apalagi dengan menjamurnya situs media sosial, memungkinkan untuk membuat akun sosial media lebih dari satu. Alasannya bisa bermacam-macam. Dari mulai hanya sekedar ingin exist sampai dengan bisnis.

Terlepas dari itu, cukup merepotkan jika harus mengingat, menulis dan setting password satu persatu secara berulang-ulang. Misalnya, kita punya akun gmail, facebook, twitter, linkedIn, path dan lain sebagainya. Setiap kali kita masuk masuk ke akun-akun tersebut, maka kita harus mengingat dan menulis kembali password-passwordnya. Untuk satu, dua atau tiga akun, mungkin kita cukup mudah mengingatnya. Tapi, bagaimana jika lebih dari 10 ? Maka kita harus mengingat dan mengetikan password sebanyak 10 kali. Baca lebih lanjut

Tanda ‘$’ pada di jQuery plugin

Iseng-iseng saya buka file plugin jquery.scroll.js. Saya berusaha mencoba kode yang ada di dalamnya dan aku sedikit bertanya-tanya ketika melihat variable yang diawali dengan tanda ‘$’. Apa artinya variable yang diawali dengan tanda ini ?

tanda-dollar-jquery

Mungkin tanda itu sudah tidak asing lagi bagi programer php. Tanda dollar di php digunakan sebagai sebuah variable.


var $conn = null;

Tapi, apa artinya jika sebuah variable di javascript di definisikan dengan cara seperti ini ?


var $container = this,
$window = $(window),

Ada yang bisa menebak ? Setalah googling sana-sini, saya menemukan jawaban di halaman berikut:

http://stackoverflow.com/questions/205853/why-would-a-javascript-variable-start-with-a-dollar-sign

http://stackoverflow.com/questions/6209462/when-why-to-prefix-variables-with-when-using-jquery

Berdasarkan dari link diatas, ternyata tanda ‘$’ di javascript itu adalah standar variable yang digunakan untuk merujuk ke sebuah object jquery. Oh.., jadi begitu

MongoDB: Couldn’t connect to server 127.0.0.1:27017

Lagi-lagi muncul error seperti ini lagi. Ini adalah satu penyebab mongodb tidak dapat dibuka atau dengan kata lain operasi database tidak dapat dijalankan. Sampai saat ini, aku belum menemukan penyebab kemunculan error tersebut.

Kejadian seperti ini benar-benar membuat saya jengkel. Bagaimana tidak ? ini bukan kali pertama mendapatkan pesan error seperti itu. Mungkin,  ini kesekian kalinya. Apakah anda juga pernah mangalami hal itu ? Jika ya, tolong tulis di kolom komentar ya.

Setelah beberapa saat browsing, saya menemukan link berikut:

http://shakthydoss.com/error-couldnt-connect-to-server-127-0-0-127017-srcmongoshellmongo-js-exception-connect-failed/

http://stackoverflow.com/questions/13312358/mongo-couldnt-connect-to-server-127-0-0-127017

Untuk sementara, masalah tersebut sudah teratasi. Namun, saya belum mengetahui penyebabnya.

JasperReport: Error- unknown property ” on class

Saya sedang mengembangkan aplikasi web yang memerlukan fungsi untuk dapat mencetak invoce. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan framework Spring dan Wicket.

Untuk keperluan tersebut, saya menggunakan JasperReport. Kenapa ? Saat ini, cuma itu yang saya tahu dan bisa.

“Unknown property on class”, yap itulah pesan error-nya. Pesan itu muncul setelah menjalankan fungsi print di aplikasi yang saya buat.  Ada yang pernah mengalami hal yang sama ?

Sebelum menjalankan aplikasi, saya melakukan modifikasi pada file jrxml dengan menambahkan beberapa field dan mengatur layout. Saya menggunakan aplikasi JaspertSoft Studio supaya memudahkan dalam mengatur layout. Setelah selesai, saat restart kembali aplikasi saya. Baca lebih lanjut

Cara Screenshoot Satu Halaman Penuh (Full Page) di Firefox

Suatu hari, saya diminta untuk mengirimkan screenshoot mock-up aplikasi yang telah saya buat. Seperti pada umumnya, saya menggunakan tombol print screen pada keyboard. Dengan menggunakan tombol tersebut, maka gambar yang terlihat pada layar akan di-capture menjadi sebuah file gambar. Hasilnya akan seperti yang nampak pada layar.

Pada waktu saya menggunakan laptop HP 431, ukuran layarnya 14inch. Aplikasi yang akan saya capture sudah disertai dengan contoh-contoh data, sehingga aplikasi tidak tampak secara untuh di layar komputer. Hasilnya seperti tampak dibawah ini:

10. kpi-kvi-report

 

Seperti yang kita lihat, halaman aplikasi tidak sepenuhnya ter-capture dan ada Baca lebih lanjut